Agenda Konstruksi Infrastruktur

129 views

Menteri Pupr

 

MENDONGKRAK PERKEMBANGAN EKONOMI

 

Menteri Perupera (PUPR) Basuki Hadimuljono telah menyatakan, pembangunan seluruh infrastruktur di Indonesia sudah terbukti dapat mendongkrak perkembangan ekonomi di seluruh Tanah Air. Hal itu disampaikannya pada Upacara Peringatan.

Dia berkata, semua hasil pembangunan bidang infrastruktur sudah mendapatkan apresiasi yang sagnat tinggi dari Presiden saat ini Joko Widodo (Jokowi), lembaga dunia PBB, dunia usaha Pengusaha dan LSM masyarakat. Berbagai penghargaan sudah diterima oleh Kementerian PUPR sebagai bukti apresiasi tersebut.

"Pembangunan infrastruktur selain sudah menggerakkan ekonomi riil, turut menyumbang pada perkembangan ekonomi negara kita, pun telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang lumayan besar," katanya laksana dalam rilis di Jakarta, Sabtu (3/11/2016). Menurutnya, tugas pembangunan infrastruktur masih bakal terus dilakukan untuk menanggulangi disparitas antar-wilayah, antar area dan antar penghasilan masyarakat tergolong masyarakat miskin.

“Kita pun harus melayani 53% warga perkotaan yang menuntut pelayanan prasarana dasar yang semakin baik,” imbuh dia. Basuki menambahkan, sekian banyak pekerjaan jasmani infrastruktur bakal terus dipercepat guna dapat menjangkau sasaran RPJMN 2014-2019.

“Saya mohon semua jajaran guna bekerja lebih baik, lebih tertib dan transparan dalam rangka percepatan pencapaian target pembangunan," tuturnya. Masa kerja 2016 sudah mendekati akhir, tetapi kata Basuki, masih terdapat tugas yang mesti diselesaikan. "Waktu kita paling terbatas, untuk tersebut kita mesti terus bekerja keras, bergerak cepat dan beraksi tepat, guna dapat menjangkau hasil yang sudah direncanakan," pungkas dia.

 

Pemerintah melewati Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan rugi waktu dampak banyak kemalangan proyek sejumlah bulan terakhir.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, proyek infrastruktur yang di bina harus berlalu tepat waktu, sehingga andai ada kecelakaan dapat menghambat penyelesaian.

"Rugi waktu. Tapi, kalau dapat dikejar dan tidak ganggu ya semoga tidak pengaruhi masa-masa operasional," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Syarif menuturkan, di samping waktu pun ada kerugian material dampak adanya kecelakaan, laksana robohnya girder di proyek pembangunan tol Depok-Antasari. "Kalau satu girder Rp50 juta, ya 6 girder berarti Rp300 juta," kata dia.

Pihaknya menyatakan sudah mengerjakan rapat bersangkutan kemalangan tersebut, serta mengundang tim berpengalaman untuk membicarakan apa penyebabnya.

"Kebetulan memang di Waskita, mungkin tersebut kebetulan sebab Waskita pun sudah tindak lanjuti buat SOP. Harus terdapat orang pusat yang datang dan awasi dan tersebut sudah dilakukan, namun ya tersebut tadi terdapat hal-hal yang tidak dapat diantisipasi," imbuhnya.

 

Sanksi Terhadap Konsultan

 

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, bakal menjatuhkan sanksi terhadap konsultan yang lalai dalam memantau pekerjaan proyek. Hal ini menanggapi girder di proyek tol Depok-Antasari (Desari) yang roboh sejumlah waktu lalu.

Dia mengungkapkan, pihaknya telah membicarakan persoalan ini dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga tentang permasalahan tersebut. Menurutnya, ambruknya girder tersebut dampak kesalahan manajemen dan pengamalan teknis di lapangan.

"Jadi girder yang diusung itu dapat macam-macam. Jadi, terdapat yang dikalungi, terdapat yang diusung dari atas, jadi saya kira tidak banyak masalah teknis," katanya di kantor Kementerian BUMN.

Tags: #sbu #siujk #ska #skt

Leave a reply "Agenda Konstruksi Infrastruktur"

Author: 
    author